You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kelurahan Malaka Jaya Sosialisasikan Program Sampah Pilah
photo Nurito - Beritajakarta.id

Kelurahan Malaka Jaya Sosialisasikan Program Sampah Pilah

Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, melalukan sosialisasi dan aksi penanganan sampah pilah di Sekretariat RW 05, Jalan Nusa Indah III, Sabtu (11/4) sore. 

Mengurangi pembuangan ke TPST Bantar Gebang

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Kecamatan Duren Sawit, Dede Syaipullah ini diisi dengan penimbangan sampah di area parkir Masjid Jami Khairul Anaam.

Warga yang didominasi kaum ibu, ramai-ramai menyetorkan sampah pilah non organik seperti kardus, botol serta gelas plastik, kertas dan sebagainya, pada pengelola Bank Sampah RW 05 Malaka Jaya. 

Drop Box Kemasan Skincare di Halte CSW Dorong Warga Pilah Sampah dari Sumber

Menurut Dede, pihaknya sengaja mengkampanyekan program pilah sampah dari sumbernya dalam upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

"Sosialisasi program pilah sampah ini tindak lanjut dari instruksi pimpinan. Karena sudah saatnya pilah sampah dari sumbernya untuk mengurangi pembuangan ke TPST Bantar Gebang, Bekasi," papar Dede.

Lurah Malaka Jaya, Eko Purnomo Asih mengatakan, akan terus menggerakkan warganya dalam program pilah sampah dari sumbernya. Dia berharap, para ketua RW membantu sosialisasi ke RT masing-masing agar diteruskan ke warganya dalam program pilah sampah.

"Peran RT/RW menjadi penentu dalam penanganan sampah melalui program pilah sampah," kata Eko.

Menurutnya, sosialisasi program pilah sampah ini juga akan diteruskan ke semua tempat ibadah, para pelaku usaha dan sekolah yang ada di wilayahnya.

Sementara, Ketua RW 05 Malaka Jaya, Farid Rivai menambahkan, program pilah sampah di wilayahnya sudah digulirkan sejak lima bulan lalu. Setiap bulan dlakukan penimbangan sampah dua kali. Warga sangat mendukung program ini karena sampah non organik yang dikumpulkan itu bisa dijual ke pengepul dan akan menghasilkan uang.

"Kita sudah berjalan sejak lima bulan lalu. Diawali dari pengurus RW dan diikuti para ketua RT , kader dan masyarakat umum lainnya," ungkap Farid

Selama kurun waktu lima bulan, ungkapnya, total sampah non organik yang terkumpul mencapai 2.100 kilogram. Uang hasil penjualan sampah organik dikembalikan pada warga yang telah mengumpulkan sampah dari rumahnya masing-masing.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye1823 personDessy Suciati
  2. Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

    access_time23-07-2026 remove_red_eye1448 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

    access_time27-07-2026 remove_red_eye1429 personTiyo Surya Sakti
  4. SEA V Cup 2026 Resmi Bergulir, Jakarta Jadi Panggung Voli Asia Tenggara

    access_time23-07-2026 remove_red_eye939 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pramono Bela Satpam Tegur Pengemudi Alphard di HI

    access_time24-07-2026 remove_red_eye906 personDessy Suciati